FAQ About Tata Tertib Kelas
Catatan Diskusi FORMULASI IDE, REFERENSI AWAL, DAN PEMBUATAN JUDUL SKRIPSI MAHASISWA METPEN/SEMPEN*
*Via Pertemuan Tatap Muka/VC/On call
Opening
Berikut catatan diskusi terkait formulasi judul dengan Dosen PA (untuk konsumsi pembimbingan ONLY)
Perlu dipahami bahwa membuatkan judul penelitian bukan tugas ibu sebagai Dosen PA maupun Dosen Pembimbing Skripsi. Proses menemukan masalah penelitian adalah bagian dari pembelajaran di mata kuliah Metodologi Penelitian. Namun ini kita akomodir, untuk memenuhi ketentuan/regulasi/kebijakan Prodi.
“As your Academic Advisor, my role is to guide your academic trajectory. For developing research topics, the appropriate starting point is the Research Methodology course. Once you have preliminary ideas or have completed the course requirements, I will gladly discuss how the topic fits your study plan.”
2. Logical Academic Flow
Alur pelatihan penelitian normal (research training pipeline) pada umumnya berupa :
1️⃣ Mata kuliah (Coursework)
2️⃣ Pelatihan metodologi penelitian (Research methodology training)
3️⃣ Perumusan topik (Topic formulation)
4️⃣ Seminar proposal
5️⃣ Penugasan pembimbing (Supervisor assignment) dipilih oleh Prodi saat pengajuan judul menuju Sidang Sempro.
Sehingga, telah kita sepakati bersama bahwa apabila mahasiswa datang ke Penasihat Akademik tanpa memiliki gagasan apa pun, proses akademik akan menjadi terbalik (reversed process) sehingga tidak ideal.
Seringkali yang terjadi adalah seperti ini :
“Bu, handak betamu konsul judul” = “Belum ada bayangan sama sekali bu,. Mohon dibimbing, dan kita coret-coret draft bersama, idealnya ibu nanti yang memilihkan judul bagi saya.”
Lalu, bagaimana kita menanggulangi dan mencari solusinya bersama-sama? 1 hal yang pasti bahwasanya hanya dosen yang memberi tugas lah, yang berhak memberikan evaluasi atas output Mahasiswa yang diampunya pada kelas tersebut.
Lantas apa tidak boleh konsul ? Boleh ! Asal mengikuti pra-syarat yang ibu tentukan dibawah. Ini terkait keseriusan, kemantapan, dan kematangan kalian untuk memang dapat membuat ibu menyisihkan waktu, sehingga sesi konsultasi ini menjadi produktif, melatih cara berpikir penelitian, dan tentunya menghargai waktu kedua belah pihak.
Apabila persiapan tersebut belum ada, maka mahasiswa diminta untuk mempersiapkan terlebih dahulu melalui eksplorasi literatur sebelum melakukan konsultasi. Hal ini silakan dipersiapkan terlebih dahulu, setelah ada beberapa ide gap riset dan referensi awal maka kemudian tentulah kita dapat mendiskusikannya bersama. Hal ini bertujuan agar proses konsultasi dapat berjalan lebih produktif, terarah, dan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa.
Selain itu, proses menemukan topik penelitian ini menurut Ibu, merupakan bagian penting dalam melatih kemandirian berpikir dan kemampuan identifikasi masalah penelitian.
2. Perbedaan Peran Institusi (Different Institutional Roles)
Sebelumnya, mohon agar dapat dipahami terlebih dahulu, perbedaan role dan peran dalam sistem akademik secara umum, sebagai berikut :
Dalam sistem akademik, terdapat tiga peran yang secara struktural berbeda; the following three roles are structurally different:
1️⃣ Academic Advisor (PA)
Dosen Penasehat Akademik
Main function:
• academic planning
• course progress monitoring
• credit planning
• graduation pathway
NOT responsible for atau tidak berwenang untuk :
• designing research topics
• developing thesis proposals.
2️⃣ Research Methodology Lecturer (Dosen Metpen)
Metodologi Penelitian
Main function:
• teach how research is designed
• train students to identify research problems
• guide initial topic formulation
Sehingga, eksplorasi ide tahap awal termasuk di sini atau yang kita sebut sebagai early-stage idea exploration. Bagaimana kah ibu membantu membuat judul jika topik kalian saja kalian tidak tahu ? atau belum brainstorming ?
________________________________________
3️⃣ Thesis Supervisor (Pembimbing Skripsi)
Dimulai sesaat sebelum/semenjak pelaksanaan Sempro. Kebanyakan mahasiswa menyerahkan berkas prep-awal berupa Draft Proposal Skripsi disertai bab 1-3 (sekali lagi, draft dan bukan naskah fix/final) namun tidak menutup kemungkinan, tidak banyak yang dikoreksi dari draft proposal yang bagus yang diperoleh Mahasiswa setelah menyelesaikan Mata Kuliah Metpen.
Role/atau peran ini dimulai saat :
1. topic telah teridentifikasi
2. proposal telah selesai di draft, atau minimal paham struktur proposal riset namun minta bimbingan soal pemilihan grand teori di Bab II (misalnya)
3. proposal seminar (opsional) telah terskedul.
Sebelum tahapan itu, belum ada tanggung jawab pengawasan formal setau Ibu. CMIIW.
Melihat berbagai peranan dan tahapan proses diatas, maka :
“Penentuan masalah penelitian sebenarnya bagian dari proses pembelajaran di mata kuliah Metodologi Penelitian. Setelah mahasiswa memiliki gambaran awal, baru Penasehat Akademik dapat membantu mengarahkan.” dan case di Ibu, ini akan kita liput sebagai bagian dari 1x bimbingan yang akan masuk di catatan bimbingan skripsi nantinya. Sehingga kita tau sejarah awal, formulasi ide, penentuan riset gap, berdasarkan bacaan/literatur/observasi yang dipilih hingga penetuan kata kunci (keywords), yang kemudian membentuk daripada judul keseluruhan skripsi yang nantinya akan kita usulkan/propose bersama ke depan Dewan Penguji dalam sidang Sempro di Fakultas.
Jadi, ibu akan membutuhkan kepastian ini terlebih dahulu Ibu ingin kalian bertanya terlebih dahulu dengan diri sendiri, “Apa lagi kira-kira yang bisa aku lakukan sebelum mengajak Ibu untuk formulasi dan mengembangkan ini bersama?”
Mengapa Mahasiswa perlu datang dengan persiapan sebelum melakukan konsultasi tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya dengan Ibu sebagai pembimbing.
Pertama, mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan judul penelitian yang dipilih dengan baik. Ini bukan sesuatu yang akan Ibu ajarkan dari nol pada tahap konsultasi. Mahasiswa diharapkan sudah melakukan proses berpikir awal secara mandiri sebelum datang berdiskusi.
Kedua, judul penelitian seharusnya diturunkan secara logis dari bidang studi yang kalian ambil. Dari jurusan tersebut, kalian perlu menentukan scope dan fokus penelitian yang lebih spesifik. Setelah itu, kalian perlu merumuskan pertanyaan penelitian menggunakan pendekatan 5W + 1H (what, why, who, where, when, dan how). Dari pertanyaan penelitian (rumusan masalah) inilah kemudian diturunkan metodologi penelitian yang sesuai. Penentuan dan pemahaman metodologi penelitian merupakan bagian dari pembelajaran dalam mata kuliah Metodologi Penelitian, sehingga hal tersebut menjadi tugas utama dosen pengampu mata kuliah tersebut.
Ketiga, ide penelitian tidak boleh datang dalam kondisi mentah, apalagi masih sebatas “di kepala” (ini seringkali kejadian di Ibu, sebagaimana cerita teman kalian satu grup) makanya ibu seringkali menerima ajakan untuk Konsul secara Kolektif, dibandingkan Individual dalam kasus dan tahapan ini sehingga ibu tidak perlu menjelaskan secara berulang (innefective). Mahasiswa diharapkan sudah menyiapkan minimal tiga alternatif topik penelitian yang masih berada dalam bidang keilmuan yang relevan dengan program studi yang diambil. You must know this, beforehand.
Keempat, apabila kalian mempertimbangkan untuk memilih Ibu sebagai pembimbing, maka perlu dipahami bahwa hal tersebut juga berarti mengikuti kesesuaian dengan bidang keilmuan Ibu. Bidang tersebut berada dalam rumpun ilmu ekonomi, dengan beberapa fokus seperti Sustainable/Green/Natural Resources Economics, Behavioural Economics, Digital/Organizational Behaviour, Macro & Banking, serta Financial Economics (FI Econ). Sehingga, unfortunately (sangat disayangkan), mohon maaf jika ada istilah pada bidang tersebut masih belum dipahami, perlu disadari bahwa pada tahap ini tidak ada kewajiban bagi Ibu untuk menjelaskannya dari awal. Harap dapat aktif membekali pengetahuan tentang hal ini sehingga komunikasi kita menjadi lancar selama penelitian berlangsung.
Selain itu, apabila kalian memilih Ibu sebagai pembimbing, maka secara ideal kalian juga sudah atau minimal pernah mempelajari sebagian publikasi akademik Ibu, baik berupa artikel jurnal, artikel konferensi, book chapter, buku ajar, maupun referensi akademik lainnya. Hal ini penting agar kalian dapat memastikan bahwa topik penelitian yang ingin dikembangkan bersama memang sejalan dengan bidang riset dan rumpun keilmuan Ibu, sehingga proses penulisan dan pengembangan penelitian dapat berjalan secara efektif dengan pendampingan yang tepat.
Hal lain yang juga kita perlu ketahui bersama adalah bahwa penentuan dosen pembimbing skripsi pada akhirnya merupakan kewenangan Jurusan atau Program Studi. Ibu pernah menjadi bagian dari Operator yang menerima usulan untuk pelaksanaan Seminar Proposal yang masuk, dan turut menyaring judul-judul yang diusulkan ke Fakultas. Sehingga ibu tau, akan ada penyaringan Judul dan Tahapan/Proses Matching Proposed Title dengan Dosen dengan jejak rekam publikasi/riset yang sesuai.
Artinya, jikapun kita sudah selesai melakukan formulasi judul bersama, bahkan sampai mulai menyusun beberapa bagian proposal dan mengembangkan daftar isi bersama, ini semua masih rentan akan perubahan. Dosen pembimbing skripsi yang ditetapkan nanti bisa jadi berlainan, dan menjadikan judul yang sudah set, menjadi void dan membuat kalian diharuskan mengulang from scratch formulasi judul yang baru. Bahkan pada tahap seminar proposal (sempro) masih memungkinkan untuk terjadi perubahan judul, apalagi (ibu rasa) jika proses tersebut dilakukan terlalu dini sebelum pembimbing resmi ditetapkan.
Berdasarkan poin-poin yang diatas maka Ibu rasa perlu ibu sampaikan, bahwa kalian sebenarnya bisa melewati tahap pembuatan judul tanpa perlu berkonsultasi dengan Ibu sebagai PA. Ini opsional/merupakan himbauan. Bagus jika dilakukan, dan tidak ada penalty jika tidak. CMIIW. Pada tahap awal, yang lebih relevan bagi kalian adalah berdiskusi dengan Dosen Penasehat Akademik (PA) yakni Ibu bagaimana caranya dapat mengikuti arahan dari dosen pengampu mata kuliah termasuk Matkul Metodologi Penelitian dengan baik.
Kalian boleh berkonsultasi dengan ibu terkait progress matkul kalian, perihal perencanaan akademik lainnya, tahapan yang ditempuh seorang kandidat sarjana untuk dapat wisuda, misalnya. Namun ibu tidak tidak berwenang untuk : memilihkan topik untuk kalian, menurunkan judul dari sana sampai pengembangan proposal skripsi hingga ibu ditetapkan sebagai Dosen Pembimbing Skripsi kalian. (Ada beberapa kolega di RJ, yang mem-backing ibu untuk statement ini, berkaca pada seberapa banyak Mahasiswa yang datang un-prep minta konsul judul yang bahkan mereka sendiri pun belum ada bayangan, dan menemui ibu disana) Apakah ini bagian dari budaya ? Mari kita bahas lain waktu,
Karena itu, mari kita menghindari situasi di mana kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar, lalu mengambil keputusan atau melakukan sesuatu berdasarkan interpretasi masing-masing tanpa melalui proses akademik yang semestinya.
“Jika Pembimbing Akademik menghasilkan topik apalagi penetapan judul penelitian bagi mahasiswa bimbingannya, hal itu akan menciptakan beban bimbingan yang tidak berkelanjutan dan mengurangi tujuan pedagogis dari mata kuliah metodologi penelitian.”
“If the Academic Advisor is required to generate research topics for all advisees, it will create an unsustainable advising load and dilute the pedagogical purpose of the research methodology course.”
Mahasiswa ibu harus mampu mengembangkan kemandirian dalam penelitian. You guys, must develop your own research independence. Eksplorasi topik dan formulasi judul yang merupakan penurunan dari focus and scope bidang ilmu adalah bagian dari pelatihan penelitian. Jika Ibu sebagai pembimbing yang menentukan topik, maka kalian sebagai mahasiswa nantinya akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan identifikasi masalah.
Seringkali pun, jika ada dan dikonsultasikan ke PA sebelum penyelesaian Matkul Metpen : 1) Judul mudah berubah karena minat penelitian mahasiswa masih berkembang; 2) Literatur yang dibaca belum cukup, banyak terjadi kasus, dimana hanya setelah mulai membaca literatur secara lebih serius, mahasiswa sering menemukan bahwa:
topik tersebut sudah banyak diteliti,
pendekatan yang digunakan kurang tepat,
atau ada isu lain yang lebih menarik untuk dikaji.
Dan ini (maaf) adalah sangat umum terjadi, terlebih lebih ibu perhatikan pada gen Z. Judul yang dibuat sebelum membaca literatur secara memadai sering kali perlu direvisi. Sekarang ibu bertanya, bagaimana caranya ibu mengetahui top journals/dan literatur di bidang yang kalian yang berbeda misalnya? Ibu hardly ada waktu enough, untuk cover publikasi terbaru di bidang ibu, let alone in your fields. Ini akan jadi tantangan/challenge buat kemandirian kalian.
3) Kematangan metodologis belum terbentuk.
Tanpa pemahaman metodologi yang cukup, judul yang dibuat sering tidak selaras dengan metode penelitian yang seharusnya digunakan. Akibatnya, judul tersebut harus diubah kembali setelah mahasiswa memahami metodologi penelitian secara lebih baik.
Sekali lagi sudut pandang ibu, konsultasi ke PA yang dilakukan tanpa persiapan awal seperti yang dijelaskan di atas sering kali menjadi tidak perlu dan kurang efektif.
Kesimpulannya :
Topic discovery = research training responsibility
Academic advising = academic progress responsibility
Maaf, secara administratif. Hingga murid melewati tahap : Metodologi Penelitian, maka bagi ibu ia belum menunjukkan kesiapan untuk melaksanakan penelitian. Simple as that,
Sehingga, yang harus kalian fokuskan sekarang adalah, selesaikan dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu semua mata kuliah termasuk metodologi dengan baik dan hasilkan ide penelitian awal sebelum memintakan pembimbingan. Minimal, jangan sampai ada lagi yang ke Ibu, menggunakan judul kuantitatif untuk riset penelitian qualitative (ini basic).
Most dan Best scenario yang pernah ibu layani berupa, hasil output Proposal dari Kelas Metpen (kalau kalian berkeinginan untuk melanjutkan riset tsb), you may show it to me, dan kita perbaiki, revisi mana yang perlu, dan kembangkan bersama starting from Draft Bab I s/d Bab III yang telah ada. Sehingga paling tidak, kita sama-sama ada pijakan sebelumnya. Dan jika nantinya ibu terseleksi kembali menjadi Dosen Pembimbing (Skripsi) oleh Pihak Berwenang (dalam hal ini Jurusan), maka ibu tentunya akan lebih siap menemani kalian, di tahapan academic flow yaitu bagian Thesis Supervision / Bimbingan Skripsi dimana kalian sebagai Mentee/Supervisee punyak hak untuk diberikan more or less 6x pertemuan pembimbingan sebelum mantap untuk maju di sidang nantinya.
Tentunya, jika sebagian PA bantu memilihkan topik dan formulasi judul nantinya kita secara tidak langsung telah menyebabkan :
• Sebagian mahasiswa akan memperoleh bantuan yang lebih besar dibandingkan mahasiswa lain;
• Hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam proses pengembangan penelitian antar mahasiswa.
But –it's okay! No one got hurt. We proceed, dan life moves on. No big deal memang.
Tetapi tolong perhatikan kebijakan Ibu berikut jika kalian hendak konsultasi perihal judul, setelah pemaparan panjang ibu diatas :
>> Baca Dokumen “ Kebijakan Internal :
FORMULASI IDE, REFERENSI AWAL, DAN PEMBUATAN JUDUL SKRIPSI MAHASISWA METPEN/SEMPEN”